Republik Gawat Darurat: Tempat Pestanya Para Maling. Ilustrasi untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Kita. Negara yang sudah jatuh bangun, tapi inilah sebuah perjalanan. Pasti disana ada jalan. Tentu masih ada harapan. Badai ini lambat cepat tentu berlalu.Selamat Ulang Tahun Negaraku... : )
konsep tanpa negara sebenernya sudah di terapkan sejak jaman dulu nenek moyang kita sebelom ada yg namanya kasta, hirarki ato sistem pemerintahan. Kita saling menukar barang yg saling kita butuhkan, kita bercocok tanam dan berburu, toh tanpa RT ato RW nenek moyang kita baik2 aja, segala keputusan bisa saling di obrolin. Kalo mau referensi baca aja Spanyol 1936 ato yang sekarang masyarakat Zapatista. Ada org yang memang menempati posisi tertertenti tetapi kapan aja bisa di ganti kalo di rasa sudah tidak asik, dan siapapun bisa bersuara dan ngobrol diskusikan untuk menentukan aturan mainnya. gak seperti demokrasi representatif sekarang yg lebih banyak Bullshitnya..
lebih lengkap silahkan kunjungi: pustaka otonomis klik [link] Apokalips klik disini [link] ato wikipedia tentang ide2 tersebut diatas: [link]
Selamat membaca ya. Senang rasanya bisa berdiskusi ato sekedar ngobrol sambil minum teh ato ngopi sama kamu. Kalo memang mungkin dan bisa...
aha...wah jadi banyak ilmu nih...wah senang kalau bisa ngobrol bareng dengan minum secangkir teh dan sepiring pisang goreng hmmm ..tapi aku lokasinya di sidoarjo om.aku malah gak tau banyak tentang bentuk2 pemerintahan dan wacana yang mengakomodir perkembangan masyarakat dan segala kebutuhannya... pernah denger selentingan aja tentang tidak adanya bentuk negara dalam masyarakat yang dinamakan anarki.(saya belum baca link2 sampean, karena belum sempat, maklum ngenet di warnet, tapi kayaknya asik dibaca)
tapi kalau boleh berkomentar dari pernyataan om, bukannya di demokrasi juga diperkennankan siapa pun berbicara...konsekuensinya kalau siapa pun boleh berbicara yang semrawut gini.ini adalah konsekuensi emansipasi manusia, meski saya juga belum tahu jawabnya apa, mungkin tawaran tanpa negara itu atau yang lain,
ketika semua berhak dan pantas untuk menunjukkan hidupnya dalam berbagai bidang, semua sama dan tidak ada yang ekslusif, tak ada darah ningrat, dan sejenisnya,semua berbondong2 inilah aku "dalam sajak chairl anwar begitu terasa" termasuk saya yang menggunakan internet ini.
tapi ada sebuah kekhawatiran dari saya, ketika sebuah negara tak berfungsi seperti pada mestinya,..dengan banyak jalan yang memungkinkan dari perkembangan teknologi, bisa2 negara hanya jadi simbolik, kumuh, dan gak keren. ketika komunikasi menjadi personal dan lintas negara, yang berbicara aku dan kamu, sebuah ekonomi, dan kasih sayang...
Di dalam demokrasi representatif kita tidak bisa langsung ngomong, iya kan, kita ngomong lewat kotak suara yang akhirnya bisa di manipulasi.SIAL! Saya malas menggantungkan hidup saya di kotak suara. Absurd buat saya.
anti tesis-nya adalah Demokrasi langsung dengan cara KOnsensus. Setiap orang punya hak suara yang sama. Yang menerapkan ini adalah Zapatista. Selengkapnya silahkan baca di link saya ato browsing di wikipedia indonesia...
tanpa negara dan pemerintahan kita semua adalah BANGSA MANUSIA, Penduduk BUMI, tanpa mesti lagi di kelompokan, di klasifikasikan, diangkakan, dinomori -KTP, di kasih barcode, di jadikan komoditas, dijadikan target pasar, dan akhirnya waktu kita hanya habis buat keperluan dekorasi hidup bukan untuk hidup itu sendiri, waktu kita hanya habis buat konsumsi, bertahan hidup (bukan hidup), waktu kita habis untuk kerja, nonton, kerja, penonton, dan itu berulang setiap harinya, lihatlah contoh kecil Tragedi Lapindo kita semua lebih senang jadi penonton saja di bandingkan harus susah payah solidaritas ke mereka...
yah memang kita semua jadi terasing (teralienasi) oleh diri kita sendiri sebagai MANUSIA. dan Negara dengan militer sebagai anjing penjaganya dan MEDIA minstream sebagai kampanye-nya, PEMODAL sebagai tuannya..mesti di hapuskan dari hidup kita...
Kalo tidak sekarang kapan lagi, ato ketika kita sadar kita sudah terlalu tua untuk menghancurkannya... Mari kita satukan mimpi, Jadilah realistis, tuntut yang tidak mungkin.
Mari kita buat sejarah, sekarang! yap sekarang ato tidak samasekali
wah-wah kayaknya ini jadi orasi...he..he...kata-kata sampean bener semua, keadaanya memang begitu, tapi saya pesimis dengan ide sampean...dengan cara seperti menjadi frontal...mungkin harganya menjadi mahal daripada hasilnya,tapi saya juga gak tahu aplikasinya dikenyataan...tapi sebenarnya ini pemicu wacana awal bagi saya..
lebih lengkap silahkan kunjungi:
pustaka otonomis klik [link]
Apokalips
klik disini [link]
ato wikipedia tentang ide2 tersebut diatas:
[link]
Selamat membaca ya. Senang rasanya bisa berdiskusi ato sekedar ngobrol sambil minum teh ato ngopi sama kamu. Kalo memang mungkin dan bisa...
Respect!
tapi kalau boleh berkomentar dari pernyataan om, bukannya di demokrasi juga diperkennankan siapa pun berbicara...konsekuensinya kalau siapa pun boleh berbicara yang semrawut gini.ini adalah konsekuensi emansipasi manusia, meski saya juga belum tahu jawabnya apa, mungkin tawaran tanpa negara itu atau yang lain,
ketika semua berhak dan pantas untuk menunjukkan hidupnya dalam berbagai bidang, semua sama dan tidak ada yang ekslusif, tak ada darah ningrat, dan sejenisnya,semua berbondong2 inilah aku "dalam sajak chairl anwar begitu terasa" termasuk saya yang menggunakan internet ini.
tapi ada sebuah kekhawatiran dari saya, ketika sebuah negara tak berfungsi seperti pada mestinya,..dengan banyak jalan yang memungkinkan dari perkembangan teknologi, bisa2 negara hanya jadi simbolik, kumuh, dan gak keren. ketika komunikasi menjadi personal dan lintas negara, yang berbicara aku dan kamu, sebuah ekonomi, dan kasih sayang...
jadi panjang baget....
anti tesis-nya adalah Demokrasi langsung dengan cara KOnsensus. Setiap orang punya hak suara yang sama. Yang menerapkan ini adalah Zapatista. Selengkapnya silahkan baca di link saya ato browsing di wikipedia indonesia...
Salam!
yah memang kita semua jadi terasing (teralienasi) oleh diri kita sendiri sebagai MANUSIA. dan Negara dengan militer sebagai anjing penjaganya dan MEDIA minstream sebagai kampanye-nya, PEMODAL sebagai tuannya..mesti di hapuskan dari hidup kita...
Kalo tidak sekarang kapan lagi, ato ketika kita sadar kita sudah terlalu tua untuk menghancurkannya...
Mari kita satukan mimpi, Jadilah realistis, tuntut yang tidak mungkin.
Mari kita buat sejarah, sekarang!
yap sekarang ato tidak samasekali
SALAM!
hehe jadi dowo yoan CAK!